coretan
Tak
terduga
aku
tertunduk saat mata itu memandangku
laksana
kilat yang menyerang mataku
aku
tersipu dalam diamku
sebuah
senyum yang ku sembunyikan dalam hatiku
aku
menginginkannya ada dalam setiap benak ku
namun
setiap kali ia menatapku, aku selalu tak kuasa membalas tatapanya
harapan
yang ku nanti telah tiba
pangeran
berkuda putih yang hadir dalam setiap mimpi tidurku
tidak
ada alasan menunda untuk mencoba mendekatinya
katakan
aku egois, tidak memikirkan resiko apa yang akan ku terima
biarlah
semua berjalan
saat
kita lewati malam bersama
genggaman tangan nya yang hangat dan tulus
aku
merasakan bagaimana ketulusan yang ia berikan
tanpa
ada yang mengetahui
kita
telah habiskan waktu bersama
membunuh
malam, dibawah bintang
dikeramaian
kota
bercanda,
tertawa, bercerita
seakan
tak ada hari
tak
ada manusia diantara kita
namun
semua ini harus ku hentikan
karena
satu alasan menyadarkan ku
kita
berdua memang tidak ditakdirkan untuk bersama
aku
diingatkan pada janji diriku sendiri
aku
memang mendambakan
hadirnya seorang pangeran berkuda putih dalam
hidupku
namun
aku mempunyai maksud lain pada seorang dambaanku
aku
tidak mempunyai lagi yang namanya hati dan cinta
masalalu
telah membuat ku menjadi seperti ini
aku
memutuskan untuk menghentikan semuanya
aku
jatuh terlalu dalam pada permainan yang kubuat sendiri
aku
terlalu tulus pada nya
aku
tak mau menyakiti hatinya
bukan
aku yang pantas bersanding dengan dirinya
bukan
aku yang layak diperkenalkan pada dunia
ia
bagaikan langit dan aku bagaikan bumi
dipaksakan
sekuat apa pun takkan bisa
terimakasih
karna sudah hadir dalam hidupku
terimkasih
pernah ada dalam hidupku
terimakasih
sudah menghiburku dikesepianku
terimakasih
atas rasa sayang tulus yang tlah kau brikan
terimakasih
atas kenyaman yang kau limpahkan
maafkan
aku yang jahat
maafkan
aku yang egois
maafkan
aku yang tak bisa menjanjikan harapan
lupakan
aku
masa
depan mu ada di disana, bukan padaku
~MH
Komentar
Posting Komentar