Remaja Katolik
About, where is my heart should grow up ? Aku memiliki seorang sahabat laki-laki yang baik, namun sahabatku ini tidak bertumbuh pada umumnya laki-laki lain.. ia bernama ezra. Ia perawakan batak, berkeyakinan kristen protestan dan mempunyai marga doloksaribu. He is kind and smart , yeah.. bisa dibilang multitalent. tapi satu hal yang membedakan ia dengan laki-laki lainya adalah karena ia berjiwa ‘wanita’ upss.. Mempunyai perasaan, dibandingkan dengan laki-laki pada umumnya. But, no matter how it’s can be happen to him yang terpenting ia baik. |
Banyak hal yang kita sharingkan bersama, like about family, love and
religous. Aku senang mempunyai
sahabat yang menjadi pendengar baik. Setiap kali aku curhat, dia selalu
memberikan support, saran dan semangat. Hingga suatu saat ezra mengajakku untuk
pergi beribadah bersama ditempat ia beribadah. yah, walapun aku menganut
katolik, apaboleh buat untuk mencoba, toh dari situ aku juga bisa menjadikannya
sebagai pengalaman.
Hingga pada saat itu,
aku sering kali beribadah di grejanya dan aku mulai tertarik dengan cara
pelayanan anak muda di sana. Akan tetapi aku sendiri sudah memiliki gereja yang
rutin aku datangi setiap hari minggu. Gerejaku dengan gereja sahabatku ini
berbeda denominasi sehingga masing-masing memiliki caranya sendiri. Karena
saking tertariknya aku dengan pelayanan gerejanya aku sempat berpikir untuk
pindah gereja saja. Mengapa aku ingin
pindah? First, aku merasa gereja yang kutempati sekarang bukan gereja
pilihanku, tetapi pilihan orangtuaku. Second,
jarak antara rumahku dengan gerejaku cukup jauh sedangkan jika ke gereja
sahabatku jaraknya lebih dekat. Selain itu, di gerejaku sistem pelayanan yang
belum baik maka jarang sekali anak muda yang terlibat dalam pelayanan gerejaku.
Third, beribadah di gereja sahabatku
lebih menyenangkan mereka semua bersukacita.. And finally, Akupun lebih sering
dan giat ikut beribadah di gereja sahabatku.
But, god answered me.
Sahabatku ezra memutuskan untuk berpindah ke kampung halaman tercinta, MEDAN. karena satu alasan yang akupun tidak tahu dikarenakan alasan keluarganya.
Dan mulai saat itu aku berada dalam sebuah dilema, disatu sisi aku merasa lebih tumbuh di gereja sahabatku itu tapi di sisi lain aku juga harus beribadah di gerejaku.
Akhirnya aku mencoba merenungkan pergumulanku ini dan akupun berpikir “mungkin Tuhan hanya memberikan berkat disini untuk aku wartakan di sana” cukup lama aku merenungkan.
Sambil berdoa akupun belajar untuk memandang gerejaku dengan cara pandang yang baru.
Hingga suatu saat ada dua kakak di dalam lingkup gerejaku mengajakku untuk memulai persekutuan yang disebut orang muda katolik atau lebih dikenal dengan sebutan OMK.
Ya itu adalah perjuanganku dan teman-teman membangun omk hingga saat ini akhirnya omk berjalan dengan baik walaupun semua itu membutuhkan banyak waktu.
Dari pengalamanku ini, aku bisa belajar bahwa dimanapun kita beribadah, perbedaan yang ada itu tidak lebih besar dibandingkan Tuhan yang kita sembah.
Komentar
Posting Komentar